Skip to main content

Posts

Perokok Anarkis

[anarki/anar·ki/ n 1 hal tidak adanya pemerintahan, undang-undang, peraturan, atau ketertiban; 2 kekacauan (dalam suatu negara)] [anarkis/anar·kis/ n 1 penganjur (penganut) paham anarkisme; 2 orang yang melakukan tindakan anarki] Teman-teman, malam minggu kemarin tanggal 20 Februari saya baru saja mendapatkan pengalaman tidak mengenakkan di Food Court Mall P***en V****ge. Saat saya sedang duduk bersama teman-teman saya dan berkutat dengan laptop masing-masing, kami mencium bau familiar yang tidak enak dan beracun. Ya, bau itu adalah bau rokok. Pada awalnya saya heran, kok bisa ada orang merokok di dalam Food Court Mall P****en V****ge yang ber-AC? Ternyata tidak jauh dari saya, terdapat seorang perokok anarkis. Perokok yang tidak mengenal undang-undang, peraturan, atau ketertiban yang ditetapkan oleh pemerintah mengenai rokok dan perokok. Perokok yang rasa apatisnya melebihi rasa malunya pada lingkungan sekitarnya. Saya pun menghampiri petugas Food Court...

Feelings

Feeling. Something beneath us that is too abstract to be measured.   It’s so abstract, we can hardly imagine, describe and reveal it. But alas, feelings are real. Everybody had a feeling about something or someone once in a while, even though some people chose to ignore their feelings. But one thing we can know for sure from feelings, they’re like actors without script and director. They can improvise as they like without being held back by any script or director. This is also the reason why in anybody’s feelings there could be a “plot twist”. Because we may never predict when, where and with whom the story of our feelings will end. That’s also why feelings are always related to the word ‘natural’. We can’t fabricate feelings. We can’t fake it, but we can hide it. Even though a lot of people hide their feelings, they will eventually be revealed. Because feelings are always affecting every single thing you do, until it becomes obvious. Hiding feelings are an ...

Indonesia Berkabung, Indonesia Melawan

Indonesia berkabung. Telah meninggal, demokrasi cita-cita reformasi pada tanggal 26 September 2014. Mungkin inilah yang pernah dikatakan Bung Karno, bahwa perjuangan kita akan lebih berat karena melawan bangsa kita sendiri. Partai 'demokrat' menunjukkan jati diri yang tidak sedemokratis namanya. Sejarah bergerak mundur. Suara rakyat dilukai duri dalam daging. Setan-setan Orde Baru pengkhianat demokrasi telah bangkit dari kubur. Tirani oligarki yang hancur akan kembali dibangun. Tapi ada yang harus kita ingat. Jumlah kita besar, yang berarti kekuatan kita lebih besar daripada mereka. Kita yang punya kekuatan atas mereka, bukan sebaliknya. Oleh karena itu kita harus menyatukan sikap. Menyatukan haluan. Pikiran. Tindakan. Tunjukkan bahwa kita, rakyat Indonesia, tidak akan segan melawan segelintir elit yang haus kekuasaan. Kita, rakyat Indonesia, tidak akan segan mengawal dan memperjuangkan cita-cita reformasi! Apabila mereka mencoba mengancam k...

Indonesia Bukan Bangsa Asal-Asalan

Di Tanah Air yang penuh dengan berbagai macam ide, visi, misi dan semangat hebat, tentu kita mempunyai kebebasan untuk memilih sesuatu.  Akan tetapi kebebasan memilih itu pun harus berlandaskan pemikiran kritis dan tidak asal tunjuk. Asal terbeli omongan besar. Asal terhipnotis gestur sok heroik. Asal terpikat iklan promosi dan simbolisasi semu. Asal diperdaya oleh nasi bungkus dan sejumlah uang. Indonesia, kita ini bukan bangsa asal-asalan. Negeri kita pun bisa merdeka, bukan karena perjuangan yang asal-asalan. Negeri kita menempuh perjalanan panjang menuju demokrasi mumpuni saat ini, berkat sebagian masyarakat yang kritis. Berkat masyarakat yang aktif mencari, menelaah, mempertanyakan dan memperjuangkan kebenaran sebenar-benarnya. B aik yang namanya tercantum secara resmi sebagai pahlawan nasional, maupun pahlawan-pahlawan rakyat tak bertahta lainnya. Semua pencapaian-pencapaian hebat negeri kita berdasarkan pemikiran-pemikiran yang matang. Melalui dialog...

Anak Gayo Layak Tersenyum!

Biasanya kalo lagi kongkow-kongkow bareng temen dan lagi jenuh sama mata kuliah, gua suka ngobrolin tempat-tempat wisata yang asik buat travelling. Ada yang bilang pantai Sawarna lah, pulau Kiluan lah, Karimun Jawa lah, Lombok lah, dan tempat-tempat eksotis lainnya yang bikin gua makin bete sama liburan yang nggak kunjung dateng. Tapi kalau misalnya ditanya: "Perjalanan lu yang paling seru kemana, Gi?" Kayanya gua ngga bakalan jawab Bali, Amsterdam, Paris, Garut atau Berlin. Gua bakalan jawab.. "Desa Pantan Jerik, Aceh Tengah." Akhir bulan puasa taun 2013, tepatnya 30 Juli gua bersama Kak Devi, senior gua di SFAN (Sekretariat Forum Anak Nasional) berangkat. Kami ditugaskan untuk menyalurkan bantuan Forum Anak Nasional kepada anak-anak suku Gayo yang jadi korban gempa di daerah Aceh Tengah. Selain nyalurin bantuan kaya ransel, baju koko, alat sholat, buku, alat tulis dan seragam, kami juga bakalan bikin sebuah kegiatan traumahealing buat nyemang...

Paramadina!

Universitas Paramadina. Pertama kali gua denger nama ini, gua langsung terheran-heran. Kok nggak terlalu eksis-eksis banget ya? Gua nggak pernah denger namanya, tapi Nyokap nyaranin gua supaya kuliah disitu. Ternyata setelah gua nyari tau informasi tentang Paramadina (atau biasa disebut 'Parmad'), gua langsung terkagum-kagum. Selain para pengajarnya yang memang berkompeten (mayoritas sudah bergelar s3) Universitas Paramadina sendiri digagas oleh Cak Nur, yang awalnya bernama Universitas Paramadina Mulya. Cak Nur adalah seorang tokoh pluralis terkemuka di Indonesia. Ajaibnya, walau baru beberapa minggu gua kuliah di Parmad, gua udah bisa ngerasain aura 'Cak Nur' yang begitu kuat di setiap celah kampus. Konsep pluralisme Cak Nur bener-bener terimplementasikan di dalam kampus gua tercinta ini. Bisa diliat dari karakter mahasiswa yang warna-warni kaya gado-gado. Kalo lu kuliah di Parmad, lu bisa nemuin berbagai macam mahasiswa dengan berbagai macam karakte...

Liberty and Passion

Gua nulis kali ini bukan cuma buat bikin kalian ketawa-ketawa karena tulisan gua yang garing. Gua juga nulis ini bukan karena keresahan anak muda jaman sekarang buat punya paha semulus Cherrybelle, atau punya suara semacho Justin Bieber. Gua nulis ini karena gua merasakan keresahan yang dirasakan oleh temen-temen gua. Kebebasan. 9 huruf, 1 kata, dan sejuta definisi. Seringkali kata ini dikait-kaitkan dengan sejuta mindset yang negatif. Seperti; "Bebas itu tidak baik" , "Bebas itu budaya barat" , "Bebas itu cuma bikin kita nggak teratur" , "Bebas berarti nggak punya masa depan" , dan konteks-konteks negatif lainnya. Gua kecewa, padahal arti 'kebebasan' nggak selalu negatif seperti itu. Kebebasan erat kaitannya dengan hak. Hak untuk menentukan suatu keputusan dengan cara kita sendiri. Hak untuk memutuskan apa yang layak untuk kita, karena kita adalah orang yang paling mengenal diri kita sendiri. Tapi kebanyakan ...