Skip to main content

Posts

Sebuah Laporan Perjalanan

-November 2012- LAPORAN PERJALANAN – MARGIANTA S.J.D. Beberapa minggu yang lalu, saya masih seorang siswa SMA kelas 12 biasa yang ngekost di Bogor. Walaupun sebenarnya saya juga memiliki "kehidupan-kehidupan" lain di berbagai macam organisasi yang saya ikuti seperti OSIS, berbagai ekstrakurikuler, ormas, LSM, dan masih banyak lagi.. Saya mencapai kepada suatu keadaan yang saya sebut dengan "Statically Stagnant" . Saya merasa terlalu statis dalam atmosfer dan ruang lingkup yang stagnan. Tiba-tiba muncul gejolak dalam diri saya yang memberontak ingin menerjang pergi dari segala rutinitas, hanya saja saya belum mempunyai kesempatan untuk "melarikan diri" dari semua itu. Sampai suatu hari, kak Ratna (yang bekerja di Kementrian Pemeberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak/KPP-PA) mengirim saya sebuah pesan BBM di malam hari. Setengah delapan malam, saya ingat saat itu saya sedang berkutat dengan laptop saya seorang diri. Pesan itu isinya b...

The Big Speech

Lambang OSIS SMAN 5 Bogor Di pagi hari yang sangat menghauskan (baca: puasa) gua lagi iseng ngubek-ngubek file di laptop gua. Awalnya gua liat nggak ada yang menarik, sampai gua ngeliat file berjudul: "The Big Speech" Tanggal 10 Oktober 2011, hari Senin. Cuacanya cerah banget waktu itu. Dan gua, diinstruksikan untuk melakukan oralit orasi kepada siswa-siswi SMAN 5 Bogor. "Orasinya buat apaa?" Buat pemilihan ketua OSIS. atau bahasa kerennya : The Student Council's President Election. Berikut gua Co-Pas pidato yang gua bikin untuk orasi waktu itu. (maaf kalo cheesy!) *drumroll* Wajah gua yang absurd, semakin absurd di kertas suara. Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh. Selamat pagi hadirin sekalian, seluruh warga SMA Negeri 5 Bogor yang saya cintai, bapak kepala sekolah, bapak ibu guru yang saya cintai, jajaran staff TU dan seluruh karib kerabat SMA Negeri 5 Bogor yang saya cintai dan saya banggakan. ...

"Show something be useful" Bukannya "Use something to showoff"

Di suatu siang, saya sedang duduk di kontakan saya yang sempit, sendirian. Awalnya saya acuh tak acuh dengan tayangan di TV, sampai saya melihat sebuah talkshow di TV yang membahas tentang 'Krisis Pemimpin Bangsa' . Berbagai macam politisi yang diundang ke dalam talkshow itu, dan turns out, kebanyakan dari merekahanya berbicara mengenai partai mereka sendiri. Showoff. Saling menjatuhkan. Malah menjauh dari topiknya sendiri, dan mempromosikan partainya. Layaknya pedagang identitas. Perlu ditegaskan kembali bahwa konteks yang sedang dibicarakan adalah pemimpin bangsa, bukan partai saja. Jika berbicara tentang pemimpin, tentunya dia adalah seseorang yang dapat mengayomi segala kalangan dan kelompok. Disinilah, menurut saya seharusnya kita bersama-sama, maju dan berusaha mewujudkan sosok pemimpin bangsa yang kita butuhkan. Bukannya malah sibuk terpecah belah oleh egoisme dan kepentingan kelompok masing-masing. Inilah salah satu hal yang telah menghambat kemajuan bangsa kita...