Skip to main content

Posts

Testimony of a Feminist Vader

Recently many people have asked me:

"Why did you dressed up as Darth Vader to #WomensMarchJkt?"

I came to the #WomensMarchJkt dressed as Darth Vader because he's unique. He was a good man at first and then he turned bad and then good again. I think the same thing applies to all of us. We might be in a world where people are still patriarchal, sexist, racist today, but we can change them. They can be good.

I also came to the march with my Mom because she's my inspiration. Everything I am would be nothing without her. She took care of me on her own for many years after she got divorced. Hard-working, formidable women like my Mom and other outstanding women like Kartini Kendeng, Mama Yosepha Alomang, Maria Catarina Sumarsih are the living testament of feminism. Women are just incredible
. Women are capable of being whoever they want to be, despite all of the social, political, or cultural limitations that are bestowed upon them.

On the other hand, #WomensMarchJkt and other m…
Recent posts

Belajar Dari Star Wars: Teatrikalitas Untuk Perjuangan

Perayaan tahunan hari Star Wars sedunia pada tanggal 4 Mei menegaskan kembali kedekatan saya dengan film-film Star Wars semenjak saya masih kecil. Sebagai anak kecil, saya tidak pernah menonton Star Wars di bioskop, tapi saya ingat pernah menonton VCD-nya melalui TV kecil yang usang.
Sejujurnya, saya tidak benar-benar mengerti apa itu semua. Saya hanya melihatnya sebagai film fantasi angkasa dan terpesona dengan semua aspek teatrikalnya seperti sinar laser, pertarungan lightsaber dan karakter unik yang ada di dunia Star Wars. Tahun-tahun berlalu, dan seiring bertambahnya usia, saya mulai menyadari pesan kebaikan yang dimiliki oleh film-film Star Wars. Semakin tua usia saya, semakin saya mencintai Star Wars dan memahaminya sebagai wahyu bagi saya.
Dua tahun yang lalu, tepatnya pada bulan Desember 2015, Star Wars Episode VIII: The Force Awakens dirilis di bioskop. Mengetahui hal itu akan menjadi pengalaman Star Wars di layar lebar yang pertama, saya ingin membuatnya teatrikal, berharga, d…

Kebenaran dan Kekuasaan

Di era berita palsu di mana orang paling berkuasa di dunia bebas secara sadar berbohong setiap saat, menemukan kebenaran mungkin lebih sulit dari yang kita duga.
Pada kebenaran terletak kekuatan untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Sayangnya, kebenaran tidak selalu beriringan dengan yang berkuasa. Orang atau badan yang berkuasa takut kehilangan banyak hal. Mereka cenderung takut akan kebenaran dari ketidakadilan yang 'provokatif', sehingga membuat kita mulai mempertanyakan kekuasaan mereka, alih-alih mematuhi mereka. Kita dapat dengan jelas melihat beberapa orang berkuasa merasa terancam oleh kebenaran.
Misalnya, mari kita lihat SN, Ketua DPR RI dan tersangka kasus korupsi KTP-el. Dia kira, dia bisa lolos dari kebohongannya dengan tetap menghindari penyelidikan KPK.
Baru-baru ini, anak-anak Indonesia juga terkejut dengan fakta bahwa P, seorang fasilitator anak dan pimpinan organisasi lingkungan terkenal, telah melakukan kekerasan seksual terhadap 9 anak laki-laki di bawah umu…

Truth and Power